Rekor Baru Efisiensi Biaya Produksi Sampai Dengan Quartal III 2020 – Regional Mentaya Tertinggi se-BGA
Cost Koreksi Diri Productivity Regional Mentaya

Rekor Baru Efisiensi Biaya Produksi Sampai Dengan Quartal III 2020 – Regional Mentaya Tertinggi se-BGA

Industri perkebunan kelapa sawit merupakan penyumbang Devisa tertinggi bagi Indonesia, berdasarkan data GAPKI pada tahun 2017 komoditi ini mencatatkan “Rekor Baru penyumbang Devisa Terbesar Negara yakni 300 Trilliun”, walaupun ditengah maraknya ekonomi digital dan industri kreatif yang banyak diunggulkan dan menjadi prioritas pemerintah ternyata komoditas unggulan negeri ini adalah produk yang sudah melegenda sejak jaman kolonial, produk jadul yang usianya sudah ratusan tahun “Kelapa Sawit”

Keberlangsungan Industri Kelapa Sawit juga sangat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat, mengingat sifatnya yang padat karya, mengutip pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution (CNBC Maret 2019) “Kalau ingin tahu berapa banyak orang Indonesia hidup dari kelapa sawit itu adalah 7,5 Million, ditambah 12 Million indirect employement, 2,6 Million petani rakyat yang memperkerjakan 4,3 Million” jadi secara total sumbangsih perkebunan kelapa sawit 26,4 Million pekerja, belum termasuk sumbangsih terhadap industri turunan produk kelapa sawit, pemberdayan ekonomi masyarakat sekitar maka tidak kurang 50 Juta Jiwa atau 20% penduduk Indonesia sangat bergantung terhadap keberlangsungan komoditi ini.

Review Biaya Produksi Quartal III 2020
Review Biaya Produksi Quartal III 2020

Tantangan terbesar bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit saat ini tidak lain yakni efisiensi biaya produksi, ditengah harga komoditas yang cenderung fluktuatif dan meningkatnya biaya produksi utama seperti Upah dan Bahan pendukung, hal ini juga dirasakan oleh Stakeholder BGA Grup yang beberapakali mengalami guncangan cukup hebat terkait mempertahankan profit perusahaan ditengah harga komoditi tidak dapat ditebak, serta membengkaknya biaya operasional

Langkah nyata perbaikan korporasi dimulai dengan peningkatan kualitas kerja seperti meminimalkan losses TBS dilapangan, improvement berkelanjutan untuk memompa lonjakan produksi (Intensifikasi) dan penerapan displin pengupahan berdasarkan output yang jelas dan terukur serta meningkatkan keamanan aset seperti Bahan pendukung, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini faktor biaya tertinggi operasional perkebunan kelapa sawit terletak pada biaya Upah, mengalahkan biaya Bahan (Solar, Agrochemical, Part dll),

Kami mencontohkan hasil konkrit dari penerapan efisiensi biaya operasional korporasi pada salah satu sub usaha BGA Grup, Regional Mentaya (PT. KMB & PT. LMS), dimana secara aktual merupakan pencapaian yang sangat sigifikan dan merupakan Rekor Baru Efisiensi Biaya Produksi tertinggi se – BGA Grup hingga periode Quartal III 2020 dibanding Aktual Biaya tahun 2019, dengan Valuasi sebagai berikut

Silahkan Baca :  Area 1, Salah Satu Area yang Growth dengan Dominansi Pokok Tua dan Biaya Terkendali serta Efisien
Review BIaya dan Cost Price sd Quartal III Tahun 2020, Area 1 Regional Mentaya
Review BIaya dan Cost Price sd Quartal III Tahun 2020, Area 1 Regional Mentaya
  1. Total biaya sd September 2020 vs Aktual sd September 2019, mengalami penurunan sebesar Rp 27,4 M (8%), dan secara cost price efisiensi tercipta sebesar Rp 101/Kg (11%) setara 40,04 Miliar
  2. Total biaya sd September 2020 masih dibawah vs Anggaran sd Bi sebesar Rp 90 M (12%) dan secara cost price terjadi efisiensi sebesar Rp 102/Kg (11%)

Akhir kata, walaupun ditengah tantangan kondisi yang berat sekalipun, setiap usaha dan kemauan kuat pasti akan menciptakan hasil perbaikan yang nyata, dan hal ini telah kami buktikan di Regional Mentaya.. KAMI MAU.. KAMI JUGA BISA !

 

Berlangganan Informasi TerUpdate, 100% GRATIS!

Silahkan masukkan eMail Anda:

Chat via WhatsApp

Post Comment

Join Now CryptoUnit Program Investment
Hosting Unlimited Indonesia
shares
0
    0
    Keranjang
    Keranjang KosongKembali Belanja